Urgensi Pemahaman Tentang Susunan Wali Nikah di Desa Marisa Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Islam telah mengatur perkawinan sejak urusan tatacara pemilihan calon istri hingga bagaimana mengurus keluarga menjadi keluarga sakinah. Kesemuanya ini merupakan sistem mata rantai yang tidak bisa dipisahkan. Artinya, semua mata rantai yang terkait dengan pernikahan tersebut adalah sebuah keniscayaan yang harus terpenuhi.

ILMU KE-ADAB-AN DAN PERANANYA DALAM PERADABAN GLOBAL[1]


Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, dirinya sendiri dan lingkungannya. Wahyu itu diturunkan sebagai petunjuk menuju jalan yang benar. Didalamnya terdapat sumber kehidupan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, sosial, peradaban, hukum, moral, kebijaksanaan, yang bagi siapa yang menggalinya akan mendapatkan kebahagiaan. Wahyu itu bukan semata-mata jamuan spiritual (ma'dubah) yang terbaik bagi ummat manusia akan tetapi jamuan untuk seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin).

Al-Quran sebagai kitab wahyu agama islam merupakan sumber pengetahuan bagi manusia dan menghargai akal sebagai potensi kecerdasan manusia dalam membaca wahyu tersebut.  Agama islam tidak pernah mengklaim wahyu Tuhan sebagi satu-satunya sumber pengetahuan dan melupakan kecerdasan manusia, atau sebaliknya yang menganggap akal pikiran manusia sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan dan melupakan Tuhan. Jadi sumber pengetahuan islam itu ada dua macam yakni berasal dari wahyu allah dan berasal dari akal pikiran manusia, dengan kata lain teoantroposentrisme.

Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta: Antara Tradisi, Dakwah, Dan Pasar


Pada tahun 1939 Caka atau 1477 Masehi, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintara dengan dukungan para wali membangun Masjid Demak. Selanjutnya berdasar hasil musyawarah para wali, digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus selama 7 hari menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buah karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata Syahadatain itulah kemudian muncul istilah Sekaten sebagai akibat perubahan pengucapan. Sekaten terus berkembang dan diadakan secara rutin tiap tahun seiring berkembangnya Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam.

MEMBANGUN KONFIDENSI-DIRI KADER DALAM BER-HMI: IKHTIAR MEWUJUDKAN KADER BERKUALITAS LIMA INSAN CITA





1.     KONFIDENSI-DIRI KADER         
Konfidensi-diri[1] adalah makna general (positif) tentang kemampuan orang dalam meraih apa yang perlu dicapai. Ini berisi beberapa sub-elemen. Self-esteem adalah kepedulian positif ke kemampuan diri sendiri dalam hal ini kader dan orang lain dalam sebuah nalar umum. Self-esteem yang baik bisa membantu selama fase pembelajaran yang canggung, fase pembentukan pola pikir, pola tingkah dan pola laku  diri kader. sebelum penguasaan pengetahuan, ilmu, karakter dan skill baru. Self-efficacy adalah keyakinan bahwa orang memiliki kemampuan spesifik yang dibutuhkan atau kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain yang memiliki kemampuan tersebut. Ini adalah aspek konfidensi-diri yang banyak dipengaruhi oleh pelatihan, pengalaman, penelitiaan dan kerja-kerja kemanusian. Keyakinan Self-efficacy membantu kader dalam mentukan idealism perjungannya berorganisasi dan kemampuan berinteraksi sosial secara konfiden serta melakukan trasformasi social dalam membumikan kejuangan HMI[2].

REKONSTRUKSI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN
Antropologi pendidikan mulai menampilkan dirinya sebagai disiplin ilmu pada pertengahan abad-20. Pada waktu itu banyak pertanyaan yang diajukan kepada tokoh pendidikan tentang sejauhmana pendidikan dapat mengubah suatu masyarakat. Sebagaimana diketahui pada waktu itu negara maju tengah mengibarkan program besarnya, yakni menciptakan pembangunan di negara-negara yang baru merdeka. Antropologi pendidikan berupaya menemukan pola budaya belajar masyarakat yang dapat menciptakan perubahan sosial. Demikian juga mengenai perwujudan kebudayaan para pengambil kebijakan pendidikan yang berorientasi pada perubahan sosial budaya mendapat perhatian.

PEMBAHARUAN ILMU NAHWU: KAJIAN EPITEMOLOGIS



Al-Jabiri dalam salah satu bukunya yang sangat terkenal ”Takwîn al-Aql al-Arabi” menyatakan bahwa “jika filsafat disebut sebagai mukjizat bangsa Yunani, maka pengetahuan tentang bahasa adalah mukjizat bangsa Arab. Menurutnya, sumbangan terpenting bangsa Arab terhadap peradaban yang diwariskan kepada dunia adalah “agama dan bahasa”. Keduanya saling terkait erat dan tidak dapat dipisahkan. Munculnya berbagi perselisihan mazhab, baik dalam fikih maupun kalam jika dicermati, diantaranya, juga disebabkan oleh bahasa, dalam hal ini adalah masalah interpretasi teks (bahasa) al-Qur’an. Begitu pula dalam perselisihan politik, meskipun berlatar belakang sosial, ekonomi dan golongan, namun adakalanya pula timbul dari soal pemahaman teks (bahasa) agama.download here

PENGARUH FILSAFAT TERHADAP NAHWU: PRO-KONTRA PENGARUH FILSAFAT TERHADAP NAHWU



Wacana keterpengaruhan nahwu oleh filsafat disamping mendapat dukungan dari beberapa penulis Arab sendiri, juga mendapat sanggahan dari sebagian ahli lainnya. Al-Sâmirâ’i, misalnya seperti dikutip Abdul Ghaffâr, mengkritik Ibrâhim Salâmah Mazkûr sebagai telah melakukan kesalahan dalam menentukan kronologi waktu. Menurutnya, tidaklah mungkin Khalil terpengaruh oleh Ishâq bin Hunaîn yang menguasai bahasa Yunani sekaligus sebagai penerjemah, juga dikatakan pernah berguru nahwu pada Khalil itu. Sebab antara keduanya tidak hidup dalam semasa, Khalil meninggal sekitar tahun 180 H, sedang Ishaq lahir sebelum tahun 194[23]. Lagi pula, kata Samira’i, antara bahasa Arab dan Yunani memiliki karakter yang berbeda. Ahmad Mukhtar bahkan secara tegas menyatakan bahwa tidaklah masuk akal jika bangsa Arab ketika menyusun kaidah bahasa mereka dikatakan meniru pola kaidah bahasa Yunani. Jika terjadi kemiripan atau kesamaan dalam soal pembagian kalimat atau terminologi, misalnya, belum dapat dijadikan sebagai bukti asumsi di atas. Sebab adanya pembagian kalimat seperti itu tidak hanya terjadi pada bahasa Yunani saja, tetapi terjadi pada bahasa bangsa-bangsa lain seperti India misalnya.[24] download here

KEPRIBADIAAN TOKOH UTAMA ABU RIH DALAM CERPEN ABU AR-RIH KARYA HASAN IBRAHIM NASIR (ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA)


BAB I 
LANDASAN TEORI PSIKOLOGI SASTRA
A.    Teori Psikologi Sastra
Psikologi sastra memberikan perhatian pada masalah yang berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam sastra. Aspek-aspek kemanusiaan inilah yang merupakan objek utama psikologi sastra sebab semata-mata dalam diri manusia itulah aspek kejiwaan dicangkokkan dan diinvestasikan. Penelitian psikologi sastra dilakukan melalui dua cara. Pertama, melalui pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap suatu karya sastra. Kedua, dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek penelitian, kemudian ditentukan teori-teori psikologi yang dianggap relefan untuk melakukan analisis.[1]DOWNLOAD HERE

Kritik Sastra Feminis Cerpen Lailatu Az-zafaf Karya Taufik El-Hakim


BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar belakang Masalah
Sastra merupakan segala aktivitas manusia atau prilakunya, baik yang berbentuk verbal maupun fisik, yang berusaha dipahami oleh ilmu pengetahuan. Aktifitas itu berupa fakta manusia yang melahirkan aktivitas social tertentu, aktivitas politik tertentu, maupun kreasi cultural seperti filsafat, seni rupa, seni gerak, seni patung, seni music, seni sastra dan yang lainnya. Setiap kita hidup dan beraktivitas, kita tidak sadar bahwa sebenarnya dunia sastra sangat berkaitan erat dengan kita semua. Teuw pernah berpendapat bahwa sastra berada dalam urutan keempat setelah agama, filsafat, ilmu pengetahuan, sebagai disiplin ilmu ia menempati posisi keempat karena menurut hemat penulis ke empat bidang tersebut saling bertransformasi dan merugulasi diri (self regulating) bidang mereka masing masing.download here

Teori Psikologi Sastra


Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu system ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menetapkan pola pengaturan sistematik serta menetapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/uraian tentang hokum-hukum umum atau objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. Suatu teori dapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya (diverivikasi) atau dibantah keshahihannya (diklasifikasikan) pada objek atau gejala-gejala yang di amati tersebut. Dalam hal ini tugas teori sastra adalah menetapkan prinsif-prinsif, kategori-kategori dan criteria mengenai sifat sastra pada umumnya dengan memanfaatkan hasil-hasil kritik dan sejarah sastra.download here

IDEOPOLSTRATAK SEBAGAI METODE PERJUANGAN DALAM WUJUD GERAKAN SOSIAL HMI

PENDAHULUAN

Sudah sekian lama himpunan ini menyimpan kata-kata ‘perjuangan’ dalam kotak besi yang tertutup rapat-rapat. Perjuangan memang ada, tetapi perjuangan yang dimaknai secara individual dan berbentuk mobilisasi vertikal; menjadi pengurus cabang, menjadi pengurus PB, menjadi staf menteri, menjadi anggota dewan, menjadi menteri dan seterusnya. Jarang kita dengarkan, anggota himpunan ini berbaris rapi bersama para pedagang kaki lima untuk menolak penggusuran. Jarang kita lihat, anggota himpunan ini berserak ke masjid-masjid kampung, berdakwah tentang ketidakadilan sosial dan penindasan. Jarang kita saksikan, anggota himpunan ini berpeluh-peluh bersama petani, buruh untuk berdiskusi, mengorganisir, membela atau sekedar merasakan penderitaan rakyat. Bahkan, jarang pula kita dengarkan anggota himpunan ini sekedar berdiskusi tentang problem-problem rakyat, masalah-masalah kebangsaan dan keislaman.download here

Semantik dan Semiotik



1.       Apa perbedaan semiotika dan semantik? Jelaskan? 

Semiotika berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda secara umum seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Semiotika biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Sedangkan tokoh yang merumuskan teori ini ada dua yakni Charles sander pearce tentang hubungan triadic antara ikonitas, indeksitas dan simbolitas dengan istilah semiotika dan sedangkan Ferdinand Saussure melalui dikotomi sistem tanda: signified dan signifier atau signifie dan significant yang bersifat atomistis.  Saussure dengan istilah semiologi.download here

Islam dan Nasionalisme


       A.     Latar Belakang Masalah
Sebelum Negara Indonesia terbentuk pada 17 Agustus 1945, bentuk pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan. Awal abad ke-16 bangsa Eropa seperti Belanda mulai masuk ke Indonesia dan terjadilah perubahan politik kerajaan yang berkaitan dengan perebutan hegemoni. Kontak dengan bangsa Eropa telah membawa perubahan-perubahan dalam pandangan masyarakat yaitu dengan masuknya paham-paham baru, seperti liberalisme, demokrasi, nasionalisme. Hingga sampai akhirnya Indonesia dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan bersatu untuk merdeka.download here

Perbedaan antara pronomina dalam bahasa Arab (dhomir) dengan kata ganti dalam bahasa Indonesia

A.    Pendahuluan
Bahasa muncul dan berkembang dari berbagai macam factor seperti letak geografis, kebudayaan, pengaruh bahasa lain dan lain sebagainya, yang akhirnya memunculkan berbagai karakter dan bentuk bahasa disetiap wilayah. Setiap manusia diciptakan oleh Allah bersuku-suku berbangsa-bangsa, sehingga mereka memilki alat komunikasi yang berbeda-beda yaitu bahasa. Di dunia ini bahasa itu bermacam-macam diantaranya ada bahasa arab dan bahasa Indonesia, Setiap orang memiliki bahasa dengan karakteristik masing-masing yang membedakan arti bahasa yang lainnya. Salah satu ilmu yang paling penting untuk memahami bahasa arab adalah ilmu sintaksis dan morfologi. Dari sebagian pembahasan materi yang berkaitan dengan bahasa arab adalah pronomina (dhomir). Begitu juga, dalam bahasa indonesia kita menemukan pronomina yang disebut kata ganti, sehingga rasa keingin tahuan peneliti mendorong untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pronomina, antara pronomina dalam bahasa arab dan pronomina dalam bahasa indonesia. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan persamaan pronomina dalam bahasa arab dan bahasa Indonesia. download here

Optimalisasi Mission HMI dalam Pembangunan Masyarakat Indonesia: Ikhtiar Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur


BAB I
PENDAHULUAN
Kini dalam realitas kehidupan kita dihadapkan pada kondisi bangsa Indonesia yang memperihatinkan, dimana penyelenggaraan negara tidak lagi bertumpu pada kemaslahatan umat bangsa dan negara, yakni tidak adanya keberpihakan yang jelas terhadap kelangsungan kehidupan rakyat yang menempati tanah air alam “Indonesia”. Bagaimana tidak, fakta-fakta praktek dehumanisasi terjadi dimana-mana, hancurnya lembaga penegakan hukum, posisi “budaya” yang terpinggirkan, sistem perpolitikan kita tidak menghasilkan negarawan, kebudayaan yang kehilangan dasar–dasar moralitas, praktek keagamaan yang menjadi lahan bisnis. Di dalam berbagai kondisi ini, kita seakan kehilangan harapan untuk melakukan perubahan ! download here