Geografi Jazirah Arab

Jazirah Arab merupakan suatu daerah berupa pulau yang berada  di antara benua Asia dan Afrika, seolah–olah  daerah Arab itu sebagai hati bumi (dunia). Sebelah Barat daerah Arab di batasi oleh laut Merah, sebelah timur di batasi oleh teluk Persia  dan laut Oman atau sungai–sungai Dajlah (Tigris) dan Furat (Euphrat). Sebelah Selatan di batasi oleh laut Hindia dan sebelah utara oleh Sahara Tiih (lautan pasir yang ada di antara negeri Syam dan sungai Furat). Itulah sebabnya daerah Arab itu terkenal sebagai pulau dan dinamakan Jaziratul-Arabiah.[1]
Luas Jazirah Arab kurang lebih 1,100,000 mil persegi atau 126.000 farsakh persegi atau 3,156,558 km persegi. Tanah yang luasnya sekian itu sepertiganya  tertutupi lautan  pasir, yang di antaranya  yang paling besar adalah yang terkenal dengan nama ar-Rabi’ al-Khaly. Bukan dengan pasir saja, tetapi dipenuhi  pula oleh batu-batu yang besar atau gunung-gunung batu yang tinggi. Di antaranya yang paling besar serta yang paling tinggi adalah yang terkenal adalah dengan nama Jabal  as-Sarat. Di dalam pulau pasir ini  tidak ada sungai yang mengalir karena lembah-lembahnya sebentar berair dan sebentar kering, airnya sebagian mengalir masuk ke dalam padang-padang pasir saja dan sebagian masuk kedalam lautan. Daerah seluas itu, pada saat itu didiami oleh 12 juta jiwa, tetapi ada yang mengatakan 10 juta jiwa.
Jazirah Arab terbagi atas 8 bagian yaitu; Hijaz,Yaman, Hadramaut, Muhrah, Oman, al Hasa, Najd dan Ahqaf. Adapun letak lokasi daerah-daerah tersebut yaitu,
            1.      Hijaz terletak di sebelah tenggara dari Tunisia di tepi laut Merah. Daerah tersebut dinamakan Hijaz karena menutupi daerah antara daerah Tihamah dan daerah Najd. Dalam daerah Hijaz itulah letaknya  kota yang terkenal dengan nama Makkah, tempat lahir Nabi Muhammad SAW. Di tengah- tengah kota ini terletak sebuah Masjidil Haram. Di tengah-tengah  masjid besar itu terletak rumah suci yang terkenal dengan nama Ka’bah atau baitullah.
            2.      Yaman  terletak di sebelah selatan Hijaz, dinamakan Yaman karena daerah itu terletak di kanan Ka’bah. Apabila kita menghadap ke timur, di sebelah kiri daerah itu terletak negeri Asier. Di  dalam daerah itu ada beberapa kota yang besar-besar seperti kota Saba (Ma’rib) Shan’a, Hudaidah, dan Adn. Tanah Yaman merupakan suatu daerah yang menjadi bagian barat daya dari Jazirah Arab, disebelah barat dibatasi oleh laut Merah, di sebelah selatan oleh samudra Hindia, di sebelah utara oleh Hijaz, dan di sebelah timur oleh Hadramaut.
            3.      Hadramaut terletak di sebelah timur dari daerah Yaman dan di tepi samudra Hindia.
            4.      Muhrah terletak di sebelah timur Hadramaut.
       5.   Oman terletak di sebelah utara bersambung dengan teluk Persia dan di    sebelah tenggara dengan Samudra Hindia.
            6.      Al-Hasa terletak di pantai Teluk Persia dan panjangnya sampai ke tepi sungai Furat.
            7.      Najd terletak di tengah-tengah antara Hijaz, al-Hasa, sahara negeri Syam dan negeri Yamamah.Tanah Najd merupakan dataran yang tinggi dan luas, dan bersambung  di utara dengan negeri Syam, di timur dengan negeri Irak di barat  dengan Hijaz dan di selatan  dengan Yamamah.
            8.      Ahqaf terletak di daerah Arab sebelah selatan dan di sebelah  barat daya dari Oman. Daerah Ahqaf merupakan dataran yang rendah.[2]      
Kondisi wilayah yang demikian itu dapat melindunginya dari serangan, dan penyerbuan penjahat juga penyebaran agama. Dalam daerah yang seluas itu sebuah sungai pun tak ada, hujan yang akan dapat dijadikan pegangan dalam mengatur suatu usaha juga tak menentu, kecuali daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan yang sangat subur daerahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayah Arab lainnya terdiri dari gunung-gunung dataran tinggi lembah-lembah tandus serta alam yang gersang.[3] Wilayah yang sangat kering dan sangat gersang itu dikarenakan uap air  laut yang ada di sekitarnya (laut Merah, Hindia dan Arab) tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk  mendinginkan daratan yang seluas itu.
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa sebagian besar daerah Jazirah adalah padang pasir sahara yang terletak ditengah dan memiliki keadaan dan sifat yang berbeda-beda, karena itu ia bisa dibagi menjadi tiga bagian, di antaranya 
Sahara Langit memanjang 140 mil dari utara ke selatan dan 180 mil dari timur ke barat, disebut juga sahara Nufud. Oase dan mata air sangat jarang, tiupan angin seringkali menimbulkan kabut debu yang mengakibatkan daerah ini sukar ditempuh.
             1.     Sahara selatan yang membentang menyambung Sahara Langit ke arah timur sampai selatan Persia. Hampir seluruhnya  merupakan dataran keras, tandus dan pasir bergelombang. Daerah ini juga disebut  dengan al-Rabi al- Khaly (bagian yang sepi).
             2.     Sahara Harat, suatu daerah yang terdiri dari tanah liat yang berbatu hitam bagaikan terbakar. Gugusan batu-batu  hitam itu menyebar di keluasan sahara ini, seluruhnya mencapai 29 buah.[4]
          Setelah kita mengetahui kondisi  Geografis Jazirah Arab, dapat dibayangkan   bahwa begitu luasnya wilayah tersebut, selain itu karena letaknya yang strategis tidak mengherankan apabila wilayah tersebut menjadi tempat persinggahan para khafilah  dagang yang datang dan pergi menuju ke kota pusat perniagaan, juga sekaligus  menjadi pusat kegiatan pertukaran barang-barang antar para saudagar  dari Asia tengah, Yaman, Mesir, Irak, Etiophia, Persia, dan Ruum .
Sedangkan Pada Masa Rasululah dan para Sahabat Jazirah Arab pada waktu itu diapit oleh dua negara besar yaitu Persia di Timur dan Romawi di barat dan kota makkah sebagai sentral pemerintahannya.  dipandang dari segi geografis, kota Makkah hampir terletak di tengah – tengah Jazirah Arabia.[5] Jazirah ini terletak di sebelah barat daya Asia. Di sebelah utara dibatasi oleh daratan Syam, sebelah timur oleh Teluk Parsi dan Oman, sebelah selatan oleh Lautan India, dan di sebelah barat dibatasi oleh laut Merah. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah tandus, tidak ada sungai yang mengalir dengan tetap dan hanya terdapat beberapa yang kadang–kadang di genangi air, tetapi kerap kali kering. Di sana–sini hanya merupakan daerah padang pasir yang berupa fatamorgana sepanjang mata memandang.[6]
Melihat letak geografisnya yang amat strategis, Makkah menjadi tempat persinggahan para kafilah dagang yang datang dan pergi menuju ke kota pusat perniagaan. Di Makkah telah tersedia pasar–pasar sebagai tempat pertukaran barang–barang antar para saudagar dari Asia Tengah, Syam, Yaman, Mesir, India, Irak, Ethiopia, Persia, dan Rum.[7]
Secara geologi,[8] daerah ini lebih tepat disebut Anak Benua Arab sebab memiliki plat tektonik tersendiri, Plat Arab. Negara Arab Saudi meliputi hampir seluruh Jazirah Arab. Kebanyakan penduduk jazirah ini tinggal di Arab Saudi dan Yaman. Jazirah ini mengandung sejumlah besar minyak bumi dan merupakan tempat kota suci Islam, Mekkah dan Madinah, keduanya di Arab Saudi. Uni Emirat Arab dan Qatar merupakan tempat stasiun televisi berbahasa Arab utama seperti Al-Jazeera.
Secara geografis, jazirah ini terdiri dari:
1.       plato tengah dengan padang rumput untuk ternak, dan lembah subur;
2.      cincin gurun, Nefud di utara, berbatu, Arab Besar, pelengkap Sahara, di selatan, berpasir, dikatakan sedalam 600 kaki, dan Dahna antara; dan
3.      terbentang dari tanah pesisir, umumnya subur di barat dan selatan.
Arab tak memiliki danau atau sungai, hanya wadi, paling sering kering; iklim menjadi panas dan gersang, tak berhutan, dan oleh karena itu sedikit binatang liar; negara perdagangan dengan tanpa jalan atau jalur kereta api, hanya rute karavan, masih tempat kelahiran ras yang untuk meluas di globe, dan dari agama yang telah menjadi petunjuk hidup pada ribuan manusia yang tersebar luas selama sekitar abad ke-13 hingga ke-14.
Terkadang istilah Timur Tengah digunakan pada jazirah saja, namun biasanya merujuk pada daerah yang lebih besar; istilah Arab, bagaimanapun, sering digunakan merujuk hanya pada Arab Saudi. Di waktu lain istilah Arab bisa berarti seluruh Dunia Arab, terbentang dari Maroko di barat sampai Oman di timur. arab sebagai tempat awalnya agama islam berkembang. 
Sumber: 
Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi SAW. Jil 1 (Jakarta, Gema Insani Press, 2001
Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad SAW, (Jakarta: Lentera Antar Nusa, 2001 )
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirosah Islamiah II, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002 )
Departemen Agama, Al-Qur’an dan Tejemahannya Juz 1 – 30 edisi baru ( Surabaya : UD Mekar Surabaya, 2000 )
Muhibbin, Hadits – Hadits Politik ( Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1996 ) 
Abdurrahman Asy Syarqowi, Muhammad Sang Pembebas, terj. Ilyas Siraj ( Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1998 )






             [1] Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi SAW. Jil 1 (Jakarta, Gema Insani Press, 2001), hlm.13
        2Ibid. 13-14
       3 Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad SAW, (Jakarta: Lentera Antar Nusa, 2001 ), hlm. 6-7.
[4] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirosah Islamiah II, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002 ), hlm. 10.
                5 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Tejemahannya Juz 1 – 30 edisi baru ( Surabaya : UD Mekar Surabaya, 2000 ), hlm. 60.
          [6] Muhibbin, Hadits – Hadits Politik ( Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1996 ), hlm. 12.
                  [7] Abdurrahman Asy Syarqowi, Muhammad Sang Pembebas, terj. Ilyas Siraj ( Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1998 ), hlm. 8.
[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Jazirah_Arab di unduh pada pukul 00:54 tanggal 16 agustus 2011

0 komentar:

Poskan Komentar