SEJARAH ILMU PENGETAHUAN ISLAM

Pendahuluan
Sejarah merupakan hal yang sangat relevan pada dunia, dimana setiap manusia atau individu pastinya mengalami sejarah sendiri-sendiri, terdapat juga perkembangan ilmu sejarah melalui filsafat barat. Dalam dunia Islam perkembangan ilmu dimulai dari sejak zamannya nabi, Ilmu akal, Ilmu filsafat, Ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya semakin berkembang banyak. Dalam meghadapi hidup di dunia pastinya dengan mengunakan ilmu agar semuanya dapat terealisi dengan baik dalam mencapai tujuan hidup. Suatu peristiwa yang terjadi sudah dapat disebut dengan sejarah meskipun tanpa dicatat dalam buku, prasasti atau benda-benda lain, tetapi juga mengunakan ingatan untuk mengeng eristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Oleh sebab itulah ilmu pengetahuan sanagt dibutuhkan dalam kehidupan nyata, bukan hanya untuk mencatat saja tetapi juga dapat mengetahui bagaimana cara menulis dan mengunakan sejarah dengan semestinya lalu cara menulisnya sesuai dengan metode.

  1. Sejarah ilmu pengetahuan
Dalam Islam, ilmu bermula dari keinginan untuk memahami wahyu yang terkandung dalam Al-Qur’an dan bimbingan Nabi Muhammad SAW mengenai wahyu tersebut. Al-’ilm itu sendiri dikenal sebagai sifat utama Allah SWT. Dalam bentuk kata yang berbeda, Allah SWT disebut juga sebagai al-’Alim dan ‘Alim, yang artinya “Yang Mengeta hui” atau “Yang Maha Tahu.” Ilmu adalah salah satu dari sifat utama Allah SWT dan merupakan satu-satunya kata yang komprehensif serta bisa di gunakan untuk menerangkan pengetahuan Allah SWT. Sebagian ahli menerang kan perkembangan ilmu dalam Islam dengan melihat cara pendekatan yang ditempuh kaum muslimin terhadap wahyu dalam menghadapi suatu situasi di mana mereka hidup, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut pendekatan ini, ge nerasi pada masa Nabi Muhammad SAW telah menangkap semangat ilmu yang diajarkan oleh Islam yang disampaikan oleh Nabi SAW tetapi se mangat itu baru menampakkan dampak yang amat luas setelah Nabi SAW wafat. Hadirnya Nabi SAW di tengah-tengah kaum muslimin pada generasi pertama sebagai pimpinan dan tokoh sentral menyebabkan semua situasi dan persoalan-persoalan yang muncul dipulangkan kepada dan diselesaikan oleh Nabi SAW.
Munculnya sejumlah hadist yang digunakan untuk keperluan pemikiran hukum, di samping ayat-ayat Al-Qur’an, menjadikan hadist pada masa-masa tersebut tumbuh menjadi ilmu tersendiri. De ngan alasan yang berbeda dengan lahirnya ilmu hukum, teologi atau ilmu kalam muncul menjadi ilmu yang berpangkal pada persoalan-persoalan politik, khususnya pada masa kekhalifahan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Talib. Ilmu kalam semakin menegaskan dirinya sebagai disiplin ilmu tersendiri ketika serangan yang ditujukan kepada Islam memakai pemikiran filsafat sebagai alat. Oleh karena itu, dirasakan bahwa penyerapan fil safat merupakan suatu keharusan untuk dipakai dalam membela keyakinan-keyakinan Islam.
Perkembangan ilmu paling pesat dalam Islam terjadi ketika kaum muslimin bertemu dengan kebudayaan dan peradaban yang telah maju dari bangsa-bangsa yang mereka taklukkan. Perkembang an tersebut semakin jelas sejak permulaan kekuasaan Bani Abbas pada pertengahan abad ke-8. Pada masa ini umat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan baik aqli ( rasional ) maupun yang naqli mengalami kemajuan dengan sangat pesat. Diantara banyak ahli yang berperan dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan adalah kelompok Mawali atau orang-orang non arab, pada permulaan Daulah Abbasiyah terdapat beberapa lembaga non formal yang disebut Ma’ahid. Sedangkan pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid didirikanlah lembaga pendidikan formal seperti Darul Hikmah yang kemudian dilanjutkan dan disempurnakan oleh Al Makmun.
  1. Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam
Pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan intrinsic maupun intern dalam islam. Pada masa daulah Abbasiyah, ibu kota Baghdad menjadi pusat intelektual muslim, dimana terjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam juga Sekolah-sekolah dan akademik mulai muncul disetiap pelosok.
Jika dilihat pada kenyataannya dari zaman dahulu sampai sekarang ini tokoh-tokoh intelektual sering disebut dengan ulama yang berarti orang-orang yang berilmu dan ilmu yang dimilikinya tidakterbatas hanya pada ilmu-ilmu agama, mereka disebut ulama-ulama klasik yang oleh shill sebagai intelektual lama dari abad pertengahan. Demikian sejarah perkembangan intelektual pada masa yang disebut Harun Nasution sebagai periode klasik (650-1250) yang merupakan zaman kemajuan di masa inilah perkembangan dan munculnya ilmu pengetahuan baik dalam bidang agama maupun non agama dan kebudayaan islam juga memunculkan ilama-ulama besar dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada kejayaan itu perkembangan intelektual muslim mencapai puncaknya sehingga cenderung membentuk pemikiran bebas (rasionalisme) yang dikembangkan oleh kaum mu’tazilah, hal itu menimbulkan dan kecenderungan dan kecemasan dikalangan sebagian kaum intelektual muslim. Pada tahun 1059-1111 muncullah Al-Ghazali yang menentang pemikiran bebas itu lalu mengembangkan mistisisme dan tasawuf. Menurut Hitti mistitisme muslim mewakili suatu reaksi intelektualisme serta formalisme yang berkembang saat itu sampai sekarang diakui bahwa periode sejarah peradaban islam serta pendidikan paling cemerlang terjadi pada masa pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad (750-1285 M) dan Daulah Umayyah di Spanyol (711-1492 M). Pada periode ini semua potensi tergantung pada kebudayaan yang didasari nilai-nilai Islam mulai bergerak berlahan namun strategis. Selain terjadi kemajuan di bidang sosio-ekonomik juga terjadi kemajuan dibidang intelektual,Kemajuan intelektual tersebut ditunjang oleh kemajuan pendidikan baik institusi, intfsartruktur maupun kemajuan sains dan objek-objek lain yang mendukung pengetahuan.
Khlalifah al-Maknun menunjukkan perhatian besar pada pendidikan dan kesastraan. Dikumpulkan kitab-kitab yang ada didaerah-daerah kekuasaannya seperti; Syria, Afrika, dan Mesir menggantikan pajak-pajak bahkan Selalu kelihatan unta-unta memasuki kota Baghdad mambawa kertas dan kitab-kitab. Istana al-Maknun tanpa seakan-akan tempat pertemuan ilmu dan sastra, bukan pusat pemerintahan dan bukan khalifah,Sebab mereka terdiri dari guru-guru pengkritik-pengkritik, penerjemah-penerjemah dan komentator-komentator. Masa Daulah Abbasiyah adalah zaman meranumnya ilmu pengetahuan dalam dunia islam. Tamaddu islam dalam zaman ini ditandai oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dengan sangat pesat bahkan umat islam telah membuat jalan baru bagi kehidupan ilmunya. Sejarah perkembangan pikiran dari berbagai bangsa melalui jalan yang sama dalam evolusi kemajuannya yang bertingkat-tingkat yang tiap-tiap tingkatan itu merupakan mata rantai yang bersambung. Pada Zamannya banyak sekali buku-buku ilmu pengetahuan yang diterjemahkan kedalam bahasa arab dan berbagai bahasa asing, disamping buku-buku asli yang dikarang dalam berbagai bidang ilmu.
Bagdad menjadi cemerlang bukan sebagai ibu kota Khalifah Abbasiyah melainkan sebagai pusat kebudayaan, seni dan sastra yang belum pernah disaksikan oleh umat manusia. Popularitas Daulah Abbasiyah mencapai puncaknya dizaman khalifah Harun al-Rasyid (786-833) dan putranya al-Ma’mun (813-833 M). Pada saat Harun al-Rasyid kekayaannya banyak digunakan untuk meperluan sosial, pada masa itu terdapat sekitar 800 dokter, selanjutnya peganti al-Rasyid yaitu putranya Al-Ma;mun dikenal khalifah yang sangat cinta pada ilmu. Pada masa pemerintahannya penerjemah buku-buku asing digalakan untuk menterjemahkan buku-buku asing Yunani, bahkan ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan kristen dan penganut agama lain yang ahli,juga pada masanya membagun sekolah salah satu yang terpenting yaitu pembangunan Baitul Hikmah yang digunakan sebagai pusat penerjemahan perguruan tinggi dengan perpustakaan besar. Pada masa Al-Ma’mun Bagdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
  1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Islam Di Dunia
  • Di Eropa
Pengaruh peradaban islam ke Eropa berlangsung pada abad ke 12 M dimulai dengan banykanya pemuda kristen Eropa yang belajar diberbagai universitas islam di Andalusia serta adanya gerakan penterjemah di Sicillia dan perang salib di Syria. Empirisme keilmuan islam mendorong ilmu Eropa untuk meneliti alam, menaklukan lautan dan menjelajah benua, Empirisme itu memberikan sumbangsih terhadap renaissance eropa yang dimulai dari Italia pada abad ke 13 M.
  • Di Afrika Utara
Orang romawi berusaha menyingkirkan kebudayaan latinnya dinegeri-negeri Afrika Utara, dipindahkan sekolah-sekolah dan sistem-sistem pendidikannya sebagaimana sastra dan seni yunani menjadi cemerlang di Roma didapatinya pusat-pusat yang subur di Afrika utara sepanjang 2 abad pertama semenjak Romawi menguasai Afrika.
Disamping sekolah-sekolah dan pusat-pusat kebudayaan romawi terhadap perpustakaan dimana diadakan ceramah dan seminar begitu juga panggung sandiwara adan stadium-stadium yang memenuhi desa dan kota afrika dan berusaha menyingkirkan kebudayaan Romawi.
  • Di Andalusia
Orang-orang arab menyebut nama Andalusia untuk semua plosok Spanyol yang tunduk dibawah kaum muslimin dan nama arab itu berasal dari nama puak-puakpihak-pihak yang berasal dari Spanyol berada dibawah kekuasaan romawi sehingga ia diserang oleh pihak-pihak Wandal pada abad ke 5 H. Semenjak itulah negeri ini dinamakan negeri Wandalusia atau negeri Wandal orang arab menamainya negeri Wandal.
Dari Andalusia orang-orang arab mendirikan skolah-sekolah, masjid-masjid, hotel-hotel, rumah sakit, disegala tempat.
  1. Ciri-ciri umum pendidikan Islam
  1. Masuknya ilmu akal, artinya ilmu filsafat, matematika, geometrik, aljabar, sejarah dan geografi. Kemudian Islam mencapai puncak kegemilangannya pada waktu membuka diri dari budaya alin yang diawali dari khalifah Al-Mansyur lalu diikuti generasinya
  2. Munculnya sekolah-sekolah yang belum terkenal saat itu (persoalan Islam)
  3. Munculnya pemikiran pendidikan unik
  4. Masuknya ilmu sain
Menurt Al-Ghazali ilmu-ilmu agama Islam terdiri dari:
  • Ilmu tentang prinsip dasar (ilmu ushul), yaitu:
  1. Ilmu tentang keesaan ilahi
  2. Ilmutentang kenabian /ihwal tentang sahabat serta penerus relijius dan spiritualnya
  3. Ilmu tentang akhirat dan eskatologi
  4. Ilmu tentang sumber pengetahuan religius
  • Ilmu tentamng cabang-cabang (furu)/ prinsip-prinsip cabang
  1. Ilmu tentang kewajiban manusi terhadap tuhan (ibadah)
  2. Ilmu tentang kewajiban manusia terhadap masyarakat, yaitu : ilmu tentang transaksi dan ilmu tentang konstraktual
  3. Ilmu tentang kewajiban manusia terhadap jiwanya sendiri(ilmu akhlak)
Simpulan
Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi dari datangnya Islam yang dibawa nabi Muhammad SAW dan setelah wafatnya beliau diteruskan kembali oleh sahabat-sahabatnya selanjutnya para pemimpin tokoh muslim mengembangkannya menjadi bermacam-macam kumpulan ilmu pengetahuan. Pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan instrinsik dalam ajaran Islam. Perkembangan sejarah mencatat banyak kerajaan Islam yang berdiri bahkan mengembangkan ilmu pengetahuan hinnga samapai kepelosok penjuru dunia, seperti pada masa daulah Abbasiyah yang banyak berperan dalam bidang ilmu pengetahuan bahkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan intelektual muslim dan kebudayaan Islam, banyak perpustaka an besar di Bagdad yang didirikan untuk umum yaitu Baitul Hikmah.
Ilmu-ilmu yang dikuasai tidak hanya melainkan ilmu agama semata melainkan kemajuan ilmu pengetahuan Islam hingga sampai ke Eropa, Afrika Utara dan Andalusia. Terdapat beberapa Ciri-ciri umum pendidikan dan ilmu-ilmu berkembang pada masa keemasan islam yaitu, masuknya ilmu akal, timbulnya sekolah-sekolah munculnya pikiran-pikiran pendidikan unik, dan masukmnya ilmu sain. Perjalanan sejarah sangat lama hingga sampai pada saat ini dan semakin pengalami perkembangan bailk ilmu dunia maupun ilmu akhirat, banyak faktor-faktor lain yang mendukung pengetahuan, selain itu tokoh-tokoh ilmu pengetahuan semakin berkembang meluas bahkan dapat menciptakan ahli-ahli generasi pengembangan ilmu pengetahuan samapi ke pelosok penjuru dunia.
REFERENSI
  • Verhaak, C. dan Haryono Imam. 1995. FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
  • WWW. \bahan\Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam « The Dzakkir.htm
  • Gie, The Liang. 1996. PENGANTAR FILSAFAT ILMU. Yogjakarta: LIBERTY





0 komentar:

Poskan Komentar